Pembuatan Minuman Fitofarmaka



I.                   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Indonesia kaya dengan tanaman berkhasiat obat. Masyarakat Indonesia sudah biasa mengonsumsinya secara turun-temurun. Tak heran bila banyak ramuan jamu dipakai sebagai pengobat atau pencegah penyakit tertentu hingga kini. Cara pembuatannya masih sangat sederhana yaitu dengan cara diseduh dengan air panas dan penggunaannya didasarkan pada pengalaman turun temurun.

 Penggunaan herbal sebagai obat semakin meningkat karena aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini berbeda dengan obat kimia yang mengakibatkan efek samping bila dikonsumsi secara terus-menerus dalam jumlah yang besar, bisa menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh. Pada saat sekarang, dikarenakan mahalnya obat-obatan kimia dan meningkatnya pengetahuan akan kesehatan, berdampak pada timbulnya kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi obat-obatan yang terbuat dari bahan-bahan alami.
Minuman kesehatan yaitu suatu minuman yang memiliki peranan penting di bidang kesehatan untuk mengobati atau mencegah suatu penyakit. Minuman kesehatan telah dikenal oleh masyarakat semenjak puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. Untuk mengetahui lebih jauh tentang minuman fitofarmaka dari berbagai jenis tanaman maka pada praktikum ini dipelajari pembuatan seduhan sidaguri, seledri, kunyit, temu putih, dan pegagan.
B.     Tujuan
            Tujuan dari praktikum pembuatan minuman fitofarmaka adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang cara pembuatan minuman fitofarmaka dan dapat mengenal aroma, rasa, dan warna dari seduhan tanaman herbal.


II.                METODOLOGI
A.                Alat dan Bahan
            Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau, pemanas, gelas ukur, gelas, serta sendok. Sedangkan bahan yang digunakan adalah tanaman sidaguri, pegagan, seledri, kunyit, temu putih,  serta air.
B.                Metode
1.      Pembuatan minuman dari Seledri             2. Pembuatan minuman Kunyit









Oval: Seledri dicuci dan dipotong-potong














2.     Pembuatan minuman Pegagan                   4. Pembuatan minuman Temu Putih














                                                                                          

5. Pembuatan minuman Sidaguri                        6. Pembuatan minuman meniran





















                                                 


III.             TINJAUAN PUSTAKA

Kunyit (Curcuma longa Linn) merupakan tanaman yang berasal dari wilayah Asia khususnya Asia Tenggara, kemudian mengalami persebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Senyawa aktif dalam kunyit yaitu minyak atsiri 3-5 % (terdiri dari turmeron, simen, artumeron), kurkumin, pati, tanin, dan damar. Rimpang tanaman kunyit memiliki khasiat untuk mengatasi diabetes melitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang (Waterproken), serta mengatasi jerawat (Efendi, 1981).
Umbi akar yang berumur lebih dari satu tahun dipakai sebagai obat (umbi akar bersifat mendinginkan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut khususnya pada lambung, merangsang, melepaskan lebihan gas di usus, menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah) selain dari itu juga digunakan sebagai bahan dalam masakan. Kunyit juga digunakan sebagai obat anti gatal dan anti kejang serta mengurangi pembengkakan selaput lendir mulut. Kunyit dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrat, juga diminum sebagai ekstrak atau digunakan sebagai salap untuk mengobati bengkak dan terkilir. Kunyit juga berkhasiat untuk menyembuhkan hidung yang tersumbat, caranya dengan membakar kunyit dan menghirupnya
                 Kunyit bisa dipakai untuk menyembuhkan beberapa hal yang berkaitan dengan penyimpangan pada kerja ginjal, terutama pada bebrapa kasus-kasus yang ditandai dengan bau badan yang tidak sedap dan mata yang tidak tahan terhadap sinar, penggunaan kunyit adalah sangat efektif, yaitu dengan meminum segelas juice kunyit (dibuang ampasnya), selama 2 minggu berturut-turut.
Kandungan utama kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik). Bagian yang digunakan adalah rimpang yang sudah dibersihkan, dicuci bersih, dan dikupas kulitnya. Rimpang Curcuma domestica berkhasiat sebagai obat demam (penurun panas), obat mencret, sesak napas dan radang hidung. Untuk obat demam dipakai 20 gr rimpang segar yang besar (cabangnya jarang digunakan), diparut, ditambah ½ gelas air matang kemudian diperas. Air hasil perasan diminum 2 kali sehari sama banyak, pagi dan sore.( Lukman, 2008)
Sejarahnya kunyit berasal dari India, namun sudah menyebar keseluruh dunia terutama di kawasan tropis. Di Indonesia pada umumnya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman berumpun ini memiliki batang semu yang tersusun dari pelepah daun dengan tinggi 25 - 100 cm. Daun berbentuk bulat telur memanjang, berwarna hijau muda, penyusun daunnya bertingkat-tingkat setiap tanaman memiliki sekitar 6-10 helai daun.
Rimpang berbentuk bulat panjang dan bercabang-cabang. Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka.
Kandungan Kunyit
Rimpang muda kulitnya kuning muda dan dan berdaging kuning, setelah tua kulit rimpang menjadi jingga kecoklatan dan dagingnya jingga terang agak kuning. Rimpang kunyit mengandung bahan-bahan seperti minyak atsiri, phelkandere, sabinene, cineol, zingeberence, turmeron, champene, camphor, sesquiterpene, caprilic acid, methoxinnamic acid, thelomethy carbinol, curcumene, dan zat pewarna yang mengandung alkaloid curcumin. Curcumin adalah zat warna kuning yang dikandung oleh kunyit, rata-rata 10,29%, memiliki aktifitas biologis berspektrum luas antara lain antihepototoksik, antibakteri, dan antioksidan. Rimpang kunyit terutama digunakan untuk keperluan dapur (bumbu, zat warna makanan), kosmetika maupun dalam pengobatan tradisional.
Khasiat kunyit
Secara tradisional, air rebusan rimpang yang dicampur dengan gambir digunakan sebagai air kumur mulut untuk gusi bengkak. Sementara salep dari kunyit dengan asam kawak digunakan untuk pengobatan kaki luka. Salep yang dibuat dari campuran kunyit dengan minyak kelapa banyak digunakan untuk menyembuhkan kaki bengkak dan untuk mengeluarkan cairan penyebab bengkak. Ada lagi, kunyit yang diremas-remas dengan biji cengkeh dan melati digunakan untuk obat radang hati, dan penyakit kulit. Sementara akar kunyit yang diremas-remas dapat digunakan sebagai obat luar penyakit bengkak dan reumatik. Kunyit juga dapat digunakan untuk perawatan rambut supaya terbebas dari Ketombe, caranya adalah sebagai berikut : ambil kunyit, dikupas dan kemudian dicuci besih, setalah itu diambil sarinya dan digosokkan pada kulit kepala sambil dipijit-pijit. Biarkan 3-5 jam hingga sari kunyitnya meresap, kemudian kulit kepala dan rambut di cuci bersih sampai bersih. Lakukan beberapa kali hingga ketombe hilang. Selalin itu kunyit juga dapat menyembuhkan diare, jerawat, perawatan kulit, rematik, borok, hepatitis dan diabetes.
Untuk pengobatan diabetes caranya dengan menyiapkan 1 rimpang kunyit, lalu di cuci dan diirir ipis-tipis,tambahkan ½ sendok teh garam, masukkan ke dalam panci ( sebaiknya panci stenlis steal) berisi 1 liter air dan rebus hinga mendidih, saring dan minum airnya ½ gelas sehari. Studi keamanan (uji toksisitas) terhadap rimpang kunyit menunjukkan, ekstrak kunyit aman digunakan dalam dosis terapi. Rimpang kunyit yang diberikan secara oral tidak memberikan efek teratogenik (dampak pada embrio/janin) pada tikus. Keamanan ekstrak kunyit selama kehamilan belum terbukti, penggunaan selama kehamilan harus di bawah pengawasan medis. Ekskresi ekstrak kunyit melalui ASI dan efeknya pada bayi belum terbukti, sebaiknya penggunaan selama menyusui di bawah pengawasan medis. Selamat mencoba.
Habitat dan persebaran kunyit
Tumbuhan ini tumbuh di banyak tempat, di dataran rendah  maupun dataran tinggi sampai pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Tumbuh liar di ladang dan di hutan- hutan terutama di hutan jati dan sering juga ditanam di pekaranganpekarangan sebagai tanaman untuk bumbu dan untuk  keperluan obat-obatan. Sekarang  sudah banyak ditanam secara  monokultur, sebab kebutuhan  akan kunyit semakin meningkat,  bahkan tidak hanya di dalam  negeri, tetapi juga untuk keperluan ekspor..   Di Indonesia, kunyit mudah tumbuh hampir di seluruh  wilayah, di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,  Maluku, lrian, dan lain-lain. Selain di  Indonesia, kunyit juga  banyak ditanam di Malaysia, Thailand, Cina, India, dan Vietnam.  mengandung kurkumin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, saponin, flavonoida, polifenol, damar,  tanin, pati, lemak, protein, kaisium, fosfor, besi dan vitamin C.  (Hussain MS, Chandrasekhara N. 1992)

Seledri merupakan sayuran/ tanaman yang oleh banyak masyarakat Tiongkok tradisional sejak lama digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kandungan Apigenin yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah. Efek tersebut akan menjadi lebih besar berkat adanya komponen Pthalide yang dapat merilekskan pembuluh darah.
Di sisi lain Seledri juga mengandung Fitosterol, yang sangat berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Di samping berfungsi untuk mencegah kanker dan membentuk permeabilitas kulit yang baik. Seledri juga bermanfaat untuk memelihara kebersihan mulut dan kesehatan gigi terutama bagi lanjut usia.
Seledri mentah dapat merangsang produksi air liur sehingga dapat membantu melumpuhkan aktivitas kuman yang dapat mengakibatkan gigi keropos. Seledri, karena kandungan seratnya, juga dapat membersihkan sisa makanan yang terdapat di sela gigi. Lebih dari itu, seledri juga dapat menyegarkan aroma mulut.
Perlu diketahui bahwa Seledri mempunyai komponen gizi yang cukup baik, jumlah vitamin K dan vitamin C termasuk dalam kategori sangat baik. Kandungan Kalium, Folat, Serat, vitamin B6, Mangan -nya berkategori baik. Selain itu Seledri juga cukup mengandung sumber kalsium, vitamin B1, Magnesium, Vitamin A, Triptofan, zat besi dan vitamin B12. (J.C. Lawrance. 1967)
Seledri (Apium graveolens L.) sudah lama dikenal sebagai obat hipertensi. Tanaman yang juga terlihat cantik jika ditanam dalam pot ini lebih dulu dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Daun seledri biasa dipakai untuk memperkaya cita rasa sajian atau kaldu. Sup kacang merah dan bubur ayam kurang lengkap rasanya jika tanpa taburan daun seledri di dalamnya.
Berdasarkan penelitian, tanaman keluarga Apiaceae ini mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Ia juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stres. Daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C. Berdasarkan hasil penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas biang penyebab kanker.
Tumbuh : 
Seledri (Apium graveolens) dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Tumbuhan seledri dikatageorikan sebagai sayuran, perkebunan seledri di Indonesia terdapat di Brastagi, Sumatera Utara dan di Jawa Barat tersebar di Pacet, Pangalengan dan Cipanas yang berhawa sejuk.
Kandungan: :
Seledri mempunyai banyak kandungan gizi antara lain, (per 100 gr):
·         kalori sebanyak 20 kalori,
·         protein 1 gram
·         lemak 0,1 gram
·         hidrat arang 4,6 gram
·         kalsium 50 mg
·         fosfor 40 mg
·         besi 1 mg
·         Vitamin A 130 SI
·         Vitamin B1 0,03 mg
·         Vitamin C 11 mg Dan 63% bagian dapat dimakan.
·         Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, Sakit mata, Reumatik;
Cara guna: 
1. Hipertensi
Bahan: daun seledri secukupnya
Cara membuat: diperas dengan air masak secukupnya kemudian
disaring;
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, dan
dilakukan secara teratur.
Catatan : penggunaan berlebihan berbahaya!
2. berguna untuk obat mata yang memiliki khasiat mengatasi sakit mata
kering.
Bahan: 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai
daun kemangi.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama kemudian
diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan: di minum biasa.
3. Reumatik
Bahan: 1 tangkai daun seledri
Cara menggunakan: dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara,termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat jawa barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.
Pegagan merupakan tanaman herbal tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
Kandungan
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Manfaat
Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.
Pengolahan
Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion. (Chang H, But PP. 1987)
Temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe syn. Curcuma pallida Lour. (Heyne)) adalah salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rhizomanya sebagai tanaman obat dan empon-empon. Temu putih disebut pula sebagai temu kuning. Produk alaminya banyak digunakan dalam industri parfum, pewarna untuk industri pangan, dan sebagai obat atau campuran obat. Khasiatnya bermacam-macam, namun biasanya terkait dengan pencernaan.
Lebih lengkap, rimpangnya dipakai sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas. Penelitian menunjukkan bahwa temu putih juga memiliki aktivitas antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan, dan analgesik.  (Anonim,2010)
Umumnya, temu putih ditanam sebagai tanaman obat, dapat ditemukan tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Sosok tanaman ini mirip dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Temu putih banyak ditemukan di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Ambon, Hingga Irian. Selain itu, Juga di budidayakan di India, Banglades, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia.
Terna tahunan ini tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya merupakan batang semu yang dibentuk dari pelepah-pelepah daun yang tumbuh dari rimpangnya. Daun tunggal, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk runcing, tetapi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sisik kiri-kanan ibu tulang daun terdapat semacam pita memanjang berwarna merah gelap atau lembayaung, panjang 25-70 cm, lebar 8-15 cm.
Bunga majemuk berbentuk bulir yang tandannya keluar langsung dari rimpang, panjang tandan 20-25 cm, bunga mekar secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar. Mahkota bunga berwarna putih dengan garis tepi merah tipis. Rimpang induk bentuknya jorong membulat dan mengluarkan rimpang cabang yang cukup banyak dan tumbuh kearah samping, ukurannya lebih kecil, bentuknya memanjang dan mudah dipatahkan. Dari rimpangnya keluar akar-akar yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air. Warna rimpangnya putih dengan hati yang berwarna kuning muda. Bentuk buah bundar, berserat, segitiga, kulitnya lunak dan tipis. Biji bentuknya lonjong, berselaput, ujungnya bewarna putih.
Daun rasanya seperti serai sehingga bisa digunakan untuk memasak ikan. Rimpang muda dapat ditambahkan kedalam salad. Perbanyakan dengan rimpang dan pemisahan anak.
Sifat dan Khasiat          
Rimpang temu putih rasanya sangat pahit, pedas dan sifatnya hangat, berbau aroamtik, dengan afinitas ke meridian hati dan limpa. Temu putih termasuk tanaman obat yang menyehatkan darah dan menghilangkan sumbatan, melancarkan sirkulasi vital energi (qi) dan menghilangkan nyeri. Rimpang temu putih berkasiat antikanker, anti radang (antiflogistik), melancarkan aliran darah, fibrinolitik, tonik pada saluran cerna, peluru haid (emenagong), dan peluru kentut.
Kandungan Kimia          
Rimpangan temu putih mengandung 1-2,5% minyak menguap dengan komposisi utama sesquiterpene. Minyak menguap tersebut mengandung lebih dari 20 komponen seperti curzerenone (zedoarin) yang merupakan komponen terbesar, curzerene, pyrocurcuzerenone, curcumin, curcumemone, epicurcumenol, curcumol (curcumenol), isocurcumenol, procurcumenol, dehydrocurdone, furanodienone, isofuranodienone, furanodiene, zederone, dan curdione. Selain itu mengandung flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak. Curcumol dan curdione berkasiat antikanker.
Bagian yang Digunakan           
Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya. Setelah dibesihkan, rebus rimpang, lalu jemur sampai kering. Setelah akarnya dibuang, iris rimpang tipis-tipis untuk disimpan.
Indikasi
Rimpang digunakan untuk pengobatan :
  • Nyeri sewaktu haid (dismenore)
  • Tidak datang haid (anemore) karena tersumbatnya aliran darah
  • Pembersihan darah setelah melahirkan
  • Memulihkan gangguan pencernaan makanan (dispepsi), seperti rasamual dan kembung karena banyak gas
  • Sakit perut, rasapenuh dan sakit di dada akibat tersumbatnya energi vital
  • Pembesaran: hati (hepatomegali), Limpa (splenomegali)
  • Lukama memar, sakit gigi, radang tenggorok, batuk
  • Kanker : serviks, vulva, dan kulit
  • Meningkatkan efektivitas pengobatan radiasi dan kemoterapi pada penderita kanker
Cara Pemakaian            
Untuk obat yang diminum, rebus rimpang temu putih kering (3-10 g). Untuk pemakaian luar, gunakan minyak asiri atau air pemerasan rimpang segarnya untuk pemakaian local, seperti luka memar, berbagai macam kelainan kulit. Abu dari rimpangnya bisa ditaburkan pada luka, borok, dan tubuh yang terkilir (kesele0).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
  • Pada penelitian di Cina, temu putih selain dapat menyembuhkan kanker serviks, juga meningkatkan khasiat radioterapi guna membunuh sel kanker
  • Infus Rimpang temu putih 30% pada kelinci yang telah diberikan karbon tetraklorida dapat mempercepat turunya enzim SGOT, SGPT, dan Gamma GT pada serum kelinci (Agus Hewijanto, Fakultas Farmasi, WIDMAN, 1990)
  • In vitro, minyak menguap menghambat pertumbuhan Streptococcus hemoltyticus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi, danVibrido cholarae.
  • Minyak menguap juga mempunyai efek antitrombotik yang kemungkinan disebabkan oleh kurkumin
  • Pemberian ekstrakenatol dari rimpang temu putih pada tikus dan mencit yang hamil muda mempunyai efek abortivum, juga mempunyai efek antiimplantis pada anjing
Catatan
  • Ibu hamil serta perempuan dengan darah haid yang banyak dilarang minum temu putih karena keluarnya darah haid akan lebih banyak
  • Mempunyai khasiat yang mirip dengan kunyit (Curcuma domestica Val.) dan jahe (Zingiber officinale Rosc.)
  • Aliran qi dan darah yang tidak lancar (tersumbat) di tandai dengan nyeri perut (abdominal pain), tidak datang haid (amenore), atau timbul tumor di rongga perut
  • Terganggunya fungsi limpa di tandai dengan rasa penuh di lambung karna makanan tidak tercerna, perut kembung, perasaan penuh di ulu hati, dan rasa nyeri.
  • Di luar Negri sudah dibuat obat fitofarmaka, seperti Leilipien, Pao Kwun Tan. (Anonim,2006)
Sidaguri (Sida rhombifolia Linn atau Sida retusa Linn.) Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1–1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8–10 kendaga, diameter 6–7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.
·          Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun dan bunga, tapi lebih sering akarnya.  Sidaguri digunakan sebagai obat untuk sakit gigi, mulas, gatal, kudis, cacing kerawit dan sengatan lebah. Nama daerah adalah  Saliguri, Kahindu, sedangkan nama asing adalah   Sida hemp, Yellow barleria atau walis-walisan.
·         Sifat Kimiawi sidaguri adalah  Daun mengandung alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang. Zat phlegmatic untuk expectorant dan lubricant. Batangnya mengandung Calsium oksalat dan tanin. Akarnya mengandung  alkoloid, steroid dan efedrine.
·         Efek Farmakologis dari sidaguri adalah  Tanaman – manis, pedas dan sejuk. Masuk meridien jantung, hati, paru, usus besar dan kecil. Anti radang (anti inflamasi), peluruh kencing (diuretik) dan menghilangkan sakit (analgetik). Akar – manis tawar, sejuk.
·         Cara budidaya sidaguri dengan biji atau stek, pemeliharaannya mudah.   Semak, batang berkayu, bulat, warna putih kehijauan. Daun tunggal, berseling, bentuk jantung, ujung bertoreh, berbulu rapat, warna hijau. Bunga tunggal, bulat telur, di ketiak daun, mahkota bunga berwarna kuning. Buah batu, buah muda berwama hijau, buah tua berwarna hitam.
·         Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1.  Perut mulas : Akar dan jahe dikunyah dan ditelan airnya.
2.  Rhematik : Seluruh tumbuhan termasuk akar sebanyak 60 gr kering, digodok dan diminum.
3.  Asam urat tinggi : Lima batang akar, cuci, potong kecil dan rebus dengan 2 gls air sampai mendidih, tuang kegelas berikut akar dan tutup semalaman, esoknya diminum sebelum sarapan. rebus sekali lagi untuk sorenya.
4.  Cacing Kremi : Daun 1/5 genggam dicuci dan digiling halus, tambah 3/4 cangkir air matang dan sedikit garam, peras dan minum 2x sehari.
5.  Sakit gigi : Akar dikunyah.
6.  Sengatan lebah : Bunga dilumatkan dan tempel.
7.  Asma : Akar 60 gr ditambah 30 gr gula pasir, godok dan airnya diminum. (Anonim,2007)
·          
MENIRAN (Phyllanthus urinaria Linn). Meniran disebut Phyllanthusurinaria Linn. Untuk yang batangnya berwarna hijau kemerahan, atauphyllanthus niruri untuk yang batangnya berwarna pucat. Termasuk dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Memeniran atau meniran merah.
Sifat kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : lignan (Filantin, hipofilantin, nirantin, lintetratin), flavonoid (quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutin, kaempferol-4, rhamnopynoside), alkaloid, triterpenoid, asam lemak (asam ricinoleat, asam linoleat, asam linolenat), vitamin C, kalium, damar, tanin, geraniin, phyllanthin dan hypophyllanthin.
Efek farmakologis : Tumbuhan ini bersifat: astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, anti hepatotoksik, anti bakteri terhadap Escherichiacoli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldosereductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes).  Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak asam dan sejuk.
Bagian tanaman  yang  digunakan : Seluruh  tanaman yang kering dengan dianginkan.
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaanya
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman  ini  dapat menyembuhkan  penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nephritic edema. (Radang ginjal dengan protein dalam air seni.) Setengah genggam daun meniran ditambah tiga gelas air; rebus  sampai tiga perempatnya, ditambah madu. Sehari 3 kali tiga-perempat gelas minum. (Saran  3x 2 kapsul perhari, minum banyak air)   

Komentar

Postingan Populer